Untaian
kalimat do’a terus mengalir dari bibir Insan yang sangat mulia. Do’a yang
ditutup Al Fatihah, sekaligus menjadi sayap bagi do’a yang di panjatkannya di
Sepertiga malam terakhir. Do’a yang ia kirimkan untuk dua anaknya yang berada
di Jakarta dan Jogjakarta. Ia berusaha menjaga dua anaknya, dua insan yang
pernah tinggal dirahimnya selama sembilan bulan. Ia menjaga anaknya melalui
do’anya. Menitipkan kepada Rabbnya, agar sang anak dijaga seperti ia menjaga
dua insan itu ketika di dalam kandungan. Sedang satu jiwa yang lain ada dalam
lindungannya. Dekat dan slalu dijaganya.
Tuhan selalu
mengabulkan do’a hamba yang meminta kepada-Nya, itu janjinya. Maka, Tuhan telah
mengabulkan do’a insan mulia itu. Berkali-kali aku berdiri di bibir jurang,
tinggal satu langkah saja, aku akan terjatuh di jurang. Tetapi itu tidak
terjadi. Selalu ada yang menyelamatkan dan mengingatkanku untuk berhati-hati.
Bagaimanapun dan siapapun yang membuatku selamat dari jurang itu adalah
kehendak Tuhan. Karena Tuhan mengabulkan
do’a hambanya yang mulia itu. Dan sesuai pinta hambanya, aku menjadi gadis yang
terjaga. Tuhan telah menjagaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar