Sabtu, 20 Oktober 2012

Tuhan Telah Menjagaku


          Untaian kalimat do’a terus mengalir dari bibir Insan yang sangat mulia. Do’a yang ditutup Al Fatihah, sekaligus menjadi sayap bagi do’a yang di panjatkannya di Sepertiga malam terakhir. Do’a yang ia kirimkan untuk dua anaknya yang berada di Jakarta dan Jogjakarta. Ia berusaha menjaga dua anaknya, dua insan yang pernah tinggal dirahimnya selama sembilan bulan. Ia menjaga anaknya melalui do’anya. Menitipkan kepada Rabbnya, agar sang anak dijaga seperti ia menjaga dua insan itu ketika di dalam kandungan. Sedang satu jiwa yang lain ada dalam lindungannya. Dekat dan slalu dijaganya.
          Tuhan selalu mengabulkan do’a hamba yang meminta kepada-Nya, itu janjinya. Maka, Tuhan telah mengabulkan do’a insan mulia itu. Berkali-kali aku berdiri di bibir jurang, tinggal satu langkah saja, aku akan terjatuh di jurang. Tetapi itu tidak terjadi. Selalu ada yang menyelamatkan dan mengingatkanku untuk berhati-hati. Bagaimanapun dan siapapun yang membuatku selamat dari jurang itu adalah kehendak Tuhan. Karena Tuhan  mengabulkan do’a hambanya yang mulia itu. Dan sesuai pinta hambanya, aku menjadi gadis yang terjaga. Tuhan telah menjagaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar