Sabtu, 29 September 2012

Syair Sayyid Ahmad Hasyimi


Bersabar dan ikhlaslah dalam setiap langkah perbuatan
Terus-meneruslah berbuat baik, ketika di kampung dan di rantau
Jauhilah perbuatan buruk, dan ketahuilah pelakunya pasti diganjar, di dunia atau di akhirat
Bersabarlah menyongsong musibah yang terjadi dalam waktu yang mengalir
Sungguh di dalam sabar ada pintu sukses dan impiankan tercapai
Jangan cari kemuliaan di kampung kelahiranmu
Sungguh kemulian itu ada dalam perantauan di usia muda
Singsingkan lengan baju dan bersungguh-sungguhlah menggapai impian
Karena kemuliaan tak akan bisa diraih dengan kemalasan
Jangan bersilat kata dengan orang yang tak mengerti apa yang kau katakan
Karena debat kusir adalah pangkal keburukan

source: Ranah 3 Warna by A.Fuadi

Minggu, 02 September 2012

Untitled

Mungkin aku bukan manusia Super dengan segala keahliaanya, apalagi seorang Wonder Woman. Aku juga bukan seorang yang pintar dalam segala hal bidang pelajaran, apalagi yang punya segudang prestasi mengagumkan. Bukan pula pelajar yang sangat pandai dalam satu hal pelajaran hingga berpuluh-puluh kali mengikuti ajang Olimpiade dan lomba. Aku bukan siswa yang bisa membuat siswa lain berdecak kagum. Aku juga bukan manusia yang memiliki kemampuan berbicara di depan umum dengan sangat baik, apalagi seorang Orator.

Mungkin aku bukan gadis yang aktif di segala hal bidang kemanusiaan. Mengabdikan pada suatu organisasi, bahkan aku bukan anggota Dewa (Dewan Siswa). Aku juga bukan gadis yang sangat lihai memainkan suatu software. Bukan pula gadis yang sangat di elu-elukan ketika dia berbuat suatu hal. Bukan gadis yang menjadi atasan di sebuah Organisasi. Bukan gadis yang sangat dipercaya bisa memegang amanah, melainkan aku hanya pengganti.

Mungkin aku bukan perempuan yang pandai memasak. Mengatur keuangan dengan sempurnapun aku belum bisa. Aku bukan perempuan yang mempunyai tangan kreatif dengan hasil karyanya yang menakjubkan. Aku juga bukan penulis yang baik.

Mungkin aku memang satu-satunya yang 'kau' anggap tak punya apa-apa. Aku hanya menjadi tukang ribut dan teman yang bisa dijadikan pelampiasan. Aku juga bukan teman yang bisa memberikan Solusi jitu jika temanku ada yang meminta pendapat.

Aku memang bukan seperti teman-teman yang lain yang slalu kau Puja. Aku hanyalah 'Dia' yang kau pandang sebelah mata tetapi berusaha menemanimu saat orang yang 'kau puja' itu Pergi darimu.

Sabtu, 01 September 2012

Ini Aku


Aku adalah hamba Allah yang diciptakan lengkap dengan kekurangan dan kelebihan. Yang mengemban amanah menjadi Khalifah di muka bumi ini. Memikul beban status sebagai anak bungsu dari keluarga yang dikepalai oleh Bapak Saiful Munir. Mulai mengenal dunia pada hari Kamis, 18 Agustus 1995 setelah 9 bulan sebelumnya menumpang di rahim Ibu Siti Nur Puji Utami. Dengan syarat sebagai adik dari Kharisma Dyah Utami dan Fajar Misbahul Munir serta tinggal di Jl. Solo-Purwodadi Km.22.
Bertugas memperhatikan guru dan mengerjakan tugas di MAN Yogyakarta III sejak tahun 2010 hingga kini. Berutinitas duduk di bangku dan tertawa bersama manusia lain yang berlindung di bawah nama Kelas XI IPA 2. Bernaung dibawah atap Asrama Muntasyirul Ulum dan dipercayai dapat menjalankan tugas sebagai santriwati.
Sempat ditakdirkan memiliki getaran hati ketika melihat salah satu manusia lain yang bernama Laki-laki. Gadis yang menderita kelainan tidak suka sendiri dan kesepian, membuatnya selalu menjadi anak ribut dengan segala tingkah polahnya. Hatinya selalu tenang saat mengayuh sepeda dan melihat jalan. Menyentuh novel dan membacanya setiap kesempatan datang, membuatnya hobi meminjam novel. Mendengarkan musik dan telentang memandangi langit kamar adalah kebiasaanya ketika hari sudah sore dan melelahkan. Wajah klasik dan suara serak menjadi icon siapa Triana Nur Baity itu.